Sabtu, 22 Januari 2011

HATI-HATI, Inilah Bahaya Penggunaan Sumpit Bambu !

Menurut sebuah situs yang pernah gw baca (http://infotemplatez.blogspot.com...) Ternyata kita juga mesti berhati-hati menggunakan sumpit bambu. Kenapa yaa... Simak penjelasan Langsung ke TKP.....^_^

1. Asalnya dari bambu seperti ini





2. Diproduksi oleh industri rumah tangga (contoh gambar dari Vietnam Tengah)




3. Di "putihkan" dengan menggunakan sulfur dan hidrogen peroxida (tanpa disinfektan)




4. Proses Pengeringan Seadanya




5. Di kemas seadanya juga untuk di export ke luar negeri




6. Pengiriman ke luar negeri menggunakan kapal laut (terlalu mahal jika menggunakan pesawat)



Dibutuhkan waktu yang cukup lama, contohnya 1 bulan dari Vietnam ke Taiwan . Sementara itu, sumpit yang dikemas dengan seadanya akan sangat besar sekali kemungkinan untuk terkontaminasi oleh kotoran/sarang tikus dan kecoa.


7. Proses pengemasan (tanpa disinfektan)



Contoh kasus, untuk setiap penerimaan kargo sumpit di taiwan , akan langsung di distribusikan ke industri rumahan yang akan mengerjakan pengemasannya, dan tanpa proses disinfektan (sterilisasi) akan langsung dikirim ke restoran-restoran sebagai titik akhir distribusi.


8. Dan langsung masuk ke mulut Anda




9. Tahukah Anda, bahwa ada ribuan bahkan jutaan monyet yang menetap di dalam sumpit ?




10. Sudah kelihatan belum monyet-monyet tersebut ?




11. Inilah wajah monyet-monyet tersebut.



Semua sisa cairan (pemutih, sulfur, hidrogen peroxida, kotoran tikus, kotoran kecoa, telor kecoa, telor ulat dsb) akan terus menetap di lubang-lubang kecil tersebut sampai Anda menggunakannya.

(>.<) mengeriiiikan!!!.... mending pake tangan dah, klo mo makan mie.... dengan dua jari sebagai pengganti sumpit, he he he

Ternyata Ada Nama2 Negara Ini...^_^

Nice Info neh... baru tau gw.. setelah iseng-iseng browsing karena ngga ada kerjaan eehh..gw nemuin sebuah situs forum yang lagi bahas tentang negara2 yang ngga pernah gw denger sebelumnya.. Mari kita cek, apakah gw doang yang ngga tau atau....????

Vanuatu






90% rumah tangga orang Vanuatu mengkonsumsi ikan, dan 80% tinggal di pedesaan, desa-desa terpencil dengan kebun mereka sendiri dan bahan pangan. Scuba diving merupakan atraksi wisata yang sangat populer di sini. Tsunami bukan hal yang langka di Vanuatu, dan gempa bumi memiliki pengaruh negatif terhadap perekonomian negara.

Nauru





Nauru, bekas koloni Kekaisaran Jerman juga dikenal sebagai Pulau Pleasant Pasifik Selatan. Orang-orang Nauru mengumpulkan air hujan selama musim hujan antara bulan November dan Februari karena mereka sangat terbatas pada air tawar. Olahraga paling populer di negara ini adalah sepak bola Australia, dan mereka memiliki liga sepak bola dengan tujuh tim.

Tuvalu





Tuvalu, adalah sebuah monarki konstitusional dengan Ratu Elizabeth II sebagai kepala negara. Mereka tidak memiliki kekuatan militer reguler, dan menghabiskan uang di barisan pertahanan. Tuvalu adalah negara terkecil peringkat 4 di dunia. Penduduk pertama negeri ini adalah orang-orang Polinesia.

Comoros





Komoro adalah negara Afrika pulau di Samudera Hindia antara Mozambik dan Madagaskar. Pulau ini merupakan koloni Perancis tua, dan hari ini ada sekitar 300 000 Comorians tinggal di Perancis. 98% dari populasi adalah Islam.

Guernsey





Guernsey berada di bawah tanggung jawab Britania Raya tetapi mereka tidak dihitung sebagai bagian dari Inggris, serta Uni Eropa. Guernsey terletak di Selat Inggris di pantai Normandia. Mereka memiliki otonomi penuh atas urusan internal, dan mereka sedang mendiskusikan kemerdekaan total dari Kerajaan Inggris.

Isle of Man





Isle of Man, juga dikenal sebagai Mann, adalah pemerintahan sendiri bernama British Crown Dependency, dengan lokasi di Laut Irlandia antara pulau Britania Raya dan Irlandia. Mereka bukan merupakan bagian dari Uni Eropa. Isle of Man mendapatkan ekonomi didasarkan pada perbankan luar negeri dan pariwisata. Pulau ini telah dihuni sejak sebelum 6500 SM.


Tokelau





Tokelau, adalah wilayah yang tidak punya pemerintahan sendiri. Nama Tokelau adalah kata Polinesia yang berarti "angin utara". Pulau ini memiliki perekonomian terkecil dari negara mana pun di dunia yang membuat mereka hampir sepenuhnya tergantung pada subsidi dari Selandia Baru. 96% dari populasi adalah orang Kristen dan 57% di antaranya adalah perempuan.

Cook Islands





Cook Islands, mempunyai demokrasi parlementer pemerintahan sendiri. Dengan lebih dari 90 000 wisatawan per tahun, pariwisata merupakan ladang ekonomi mereka, jauh ke depan perbankan lepas pantai, laut, mutiara dan ekspor buah. Cook Island diberi nama oleh navigator Inggris Kapten James Cook ketika ia tiba pulau-pulau pada 1773.

Pitcairn Islands





Pitcairn Islands, secara resmi bernama Pitcairn, Henderson, Ducie dan Oeno Islands, terhimpit dari empat pulau vulkanik yang sebelumnya merupakan koloni Inggris, yang terakhir tersisa di Pasifik. Bahasa penduduk adalah campuran dari bahasa Inggris dan Tahiti. Dalam beberapa tahun terakhir gereja telah ditutup karena hanya 8 orang yang mengunjungi secara teratur. Hanya ada satu Café dan Bar di pulau itu, dan toko Pemerintah menjual alkohol dan rokok. Disana ada hukum moral yang ketat yaitu dilarang menari, merokok dan meminum alkohol.(lah terus kenapa rokok sama alkohol dijual ya)


Nagorno-Karabakh Republic





Nagorno-Karabakh adalah republik merdeka terletak antara Armenia dan Azerbaijan. Nagorno-Karabakh adalah salah satu daerah yang paling banyak penambang, dari bekas Uni Soviet karena 1991-1994 Perang Nagorno-Karabakh. Mereka masih tidak diakui oleh negara, termasuk Armenia. 95% dari populasi adalah Armenia, dan sisanya adalah orang-orang Yunani dan Kurdi. pariwisata mereka pada dasarnya diarahkan untuk Armenia yang tinggal di negara-negara Barat.

Regards,
http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=63974
Thx infonya ya gan ...



__________________

Mari bernostalgia. Tahun 80-an boleh dibilang sebagai salah satu dekade yang paling berjaya. Breakdance, baju full warna, bahasa prokem alias preman dan juga film kartun, adalah beberapa hal yang patut dikenang. Membahas kartun, siapa saja sih yang dianggap banyak orang sebagai yang terbaik dan masih membekas di hati? Ini dia 10 kartun 80-an terbaik...


10. Smurf
Quote:


Siapa tak ingat dengan sekumpulan manusia kerdil berwarna biru ini. Meski mereka terlihat sama, memakai pakaian yang sama dan tinggal di tempat yang sama, masing-masing smurf memiliki kepribadian unik yang mampu menyelamatkan grup dari Gargamel dan Azrael.

9. Gummi Bears
Quote:


Masih ingat nggak sama kartun yang satu ini? Itu lho, sekumpulan beruang berwarna-warni yang selalu berpetualang. Produksi Disney ini disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik yang dikeluarkan perusahaan raksasa film itu.

8. GI Joe
Quote:


Wah kali ini giliran para lelaki. Ngaku deh, siapa di antara kalian yang kemudian bercita-cita menjadi tentara karena menonton film ini. GI Joe benar-benar meraih sukses besar deh.

7. He-Man
Quote:


Jagoan yang satu ini digambarkan secara sempurna (pada zamannya) oleh sang kreator. Ganteng, berbadan tegap dan mampu mengalahkan siapa pun musuhnya. Sepertinya tak sedikit juga dari kita yang mempunyai imajinasi menjadi superhero seperti He-Man.

6. Transformers
Quote:


Yang satu ini tak perlu diragukan lagi ketenarannya. Kendaraan yang dapat berubah menjadi robot dan menumpas kejahatan, dianggap keren oleh pemirsa mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Dari versi kartunnya dulu, hingga versi layar lebar yang dirilis pada 2007 silam, Optimus Prime dkk selalu berhasil mengundang kekaguman.

5. Mario Brothers
Quote:


Mario dan Luigi, dua kakak beradik ini mempunyai banyak sekali penggemar. Selain film kartun, game petualangan Mario Bros yang dikeluarkan Nintendo juga laku keras di pasaran. Kekonyolan mereka menjadi daya tarik tersendiri selain petualangan yang mengasyikan.

4. Rescue Rangers
Quote:


Film ini merupakan kisah petualangan Chip and Dale, dua tupai yang bersahabat namun tak jarang juga terlibat konflik. Menurut banyak orang, karakter yang melekat dalam benak publik serta cerita yang bagus, membuat Rescue Rangers dinobatkan sebagai salah satu yang terbaik.

3. Thundercats
Quote:


Tahun 80-an sangat mengedepankan kerjasama tim, dan tak ada kartun yang menunjukkan contoh tersebut lebih baik dari Thundercats. Sudah jelas kan mengapa kartun ini menjadi yang terbaik nomer tiga.

2. Duck Tales
Quote:


Siapa saja pasti mengingat lagu tema Duck Tales. Petualangan bebek kaya raya Scrooge McDuck dan ketiga bebek kecil, Huey, Dewey dan Louie, dinilai sangat epik. Tak ada anak yang rela melewatkan satu episode pun.

1. Voltron
Quote:


Ini adalah puncak kejayaan dari kartun tahun 80-an. Film ini mampu mengkombinasikan unsur-unsur dari hampir seluruh kartun yang ada saat itu. Gambar, cerita serta kemampuan kelima robot Voltron dinilai nyaris sempurna. Selain menyaksikan filmnya, kebanyakan dari kita juga pasti mengoleksi mainannya, kan?
Sumber: http://infotemplatez.blogspot.com...

MATA UANG ANEH

Uang dari lembaran kayu (Jerman)


Pernah digunakan sebagai uang darurat di jerman semasa pemulihan pasca Perang Dunia I. Saking daruratnya, uang dicetak juga dari alumunium foil, kain sutra, bahkan kartu remi sisa-sisa perang. Seorang kolektor pasti bakal berani membayar mahal untuk uang2 aneh ini, yang paling mahal adalah batu yang dicetak jadi uang koin pada masa tersebut.



Uang dengan ancaman hukuman mati (amerika, saat masih dijajah inggris)

US Dollar memang telah menjadi mata uang yang paling stabil dan dianggap sebagai safe heaven currency. Jika dilihat dari sejarahnya, mata uang ini telah banyak berpengalaman dalam memerangi para pemalsu. Pada masa-masa awal penjajahan Inggris, sangatlah mudah untuk mencetak uang karena banyak alat cetak beredar dan desain cetakan uang tidaklah terlalu rumit seperti sekarang.

Tapi saking mudahnya, para pemalsu juga bisa mencetak sendiri. Bagaimana cara pemerintah saat itu untuk memberikan ancaman keras kepada para pemalsu? Dengan mencetak “To Counterfeit is Death” atau hukuman mati untuk pemalsuan. Sepertinya daripada “In God We Trust” lebih cocok “In The Death Penalty We Trust”.


Uang kumpulan voucher (vietnam)

Jika kita pernah berpikir bahwa uang bisa membeli segalanya, ternyata tidak. Uang Vietnam di tahun 70an ini berlaku sebagai kumpulan potongan voucher yang hanya bisa digunakan untuk membeli pakaian dan perlengkapannya.

Mungkin jika kita harus memotong salah satu bagian untuk membayar baju, sebagian lagi untuk membayar celana, dan sebagian lagi untuk ikat pinggang.



Mata Uang berbentuk komoditas

Garam adalah salah satu barang tertua yang digunakan sebagai pembayaran. Sebenarnya, kata “salary” (gaji) berasal dari bahasa Latin “salarium” yaitu uang yang telah dibayarkan kepada prajurit Roma untuk membeli garam.

Garam juga juga digunakan sebagai alat tukar (mata uang) utama di gurun Sahara selama berabad-abad, dan digunakan secara luas di seluruh Afrika Timur. Biasanya, seseorang pada masa itu akan menjilati garam satu blok untuk memastikan garam tersebut asli dan memutuskan untuk membuat pecahan dari blok itu sebagai pecahan uang kecil.

Balok garam pada gambar berusia 1500 tahun.


Mata uang unik lainnya adalah :
* “RENG”, uang berbentuk bola benang yang dibungkus dalam sabut kelapa. Digunakan jama dulu di Kepuluan Solomon.
* Kakao digunakan di seluruh Meksiko dan Amerika Tengah
* Keju Parmigiano Reggiano , bahkan bisa digunakan sebagai jaminan pinjaman di Italia



Uang pecahan terbesar (Hungaria)

Inilah pecahan mata uang pemegang rekor sampai saat ini. Dicetak oleh Hungaria pada tahun 1946 dengan nominal 100,000,000,000,000,000,000 Pengo. Ya! Seratus juta triliun Pengo dengan kurs saat itu hanya sekitar 20 US cent. Lihat saja, sampai jumlah nolnya pun tidak mungkin tercetak di sana.



Modifikasi Uang Karena Kudeta (Zaire)
Saat rezim Joseph Mobutu dikudeta pada tahun 1997 di Zaire (yang sekarang bernamaThe Democratic Republic of the Congo) Pemerintahan yang baru saat itu terlalu sibuk untuk mendesain dan mencetak uang baru selain karena jumlah uang saat itu terbatas pula.



Kulit tupai (Rusia)
Di beberapa abad silam, kulit tupai merupakan uang yang sah digunakan di Rusia. Bahkan beberapa bagian dari tupai mati ini seperti kuping, hidung, dan kuku-kukunya berfungsi sebagai “receh”. Kemungkinan Rusia saat itu bisa terbebas dari penyakit-penyakit yang ditularkan satwa.



Koin perak plus bonus air suci (Kep. Palau)
Jika di uang kertas USD ada “In God We Trust”, negara kepulauan Palau selangkah lebih maju. Negara ini pada tahun 2007 mencetak koin perak dengan gambar perawan suci dan menyertakan bonus botol kecil berisi beberapa tetes air suci dari sebuah mata air suci di Lourdes Perancis.

Negara ini pernah pula menyertakan mutiara, bahkan batu meteor pada uang koinnya. Perak dan air suci, hmm apakah negara ini ada masalah dengan serangan vampire dan werewolf ?



Uang dari batu (Pulau Yap, Kep. Solomon)
Di pulau Yap, sebuah pulau di Kepulauan Solomon, Anda akan menemukan “uang” terbesar dan teraneh di dunia : batu rai (semacam batu kapur). Uang ini berbentuk lingkarang dengan diameter 12 kaki dan berat 8 ton.

Entah sejarah atau kepercayaan apa yang menyebabkan masyarakat di Pulau Yap ini sangat mensakralkan batu ini, mungkin sama seperti masyarakan modern sangat mengagungkan batu emas.

Karena jenis batu ini tidak bisa ditemui di Pulau Yap, masyarakat Pulau Yap rela mengorbankan nyawa mereka untuk berpetualang mencari batu ini.

Tahukah kamu? Nilai nominal dari batu ini dinilai bukan hanya berdasarkan ukuran, tapi juga dinilai berdasarkan pengorbanan mendatangkannya ke Pulau Yap, termasuk jumlah nyawa yang melayang karena pengorbanan tersebut.

Karena bentuknya besar, uang ini dibiarkan tergeletak di luar rumah pemiliknya, bahkan kadang di hutan. Meski tergeletak di mana saja, orang2 pasti mengetahui siapa pemiliknya saat ini. Apabila terjadi pergantian kepemilikan, akan dilakukan dalam upacara tertentu.

Tentu saja itu jaman dulu. Pemerintah setempat telah melarang batu-batu uang ini keluar dari Pulau. Tapi setidaknya kamu bisa jumpai uang antik ini di lobi Bank of Canada di Ottawa.


setelah melihat mata uang paling aneh di dunia , saatnya balik ke kandang sendiri , berikut adalah mata uang yang paling tua di indonesia

1. Uang Syailendra (850 M)
Mata uang Indonesia dicetak pertama kali sekitar tahun 850/860 Masehi, yaitu pada masa kerajaan Mataram Syailendra yang berpusat di Jawa Tengah. Koin-koin tersebut dicetak dalam dua jenis bahan emas dan perak, mempunyai berat yang sama, dan mempunyai beberapa nominal :

* Masa (Ma), berat 2.40 gram; sama dengan 2 Atak atau 4 Kupang
* Atak, berat 1.20 gram; sama dengan ½ Masa, atau 2 Kupang
* Kupang (Ku), berat 0.60 gram; sama dengan ¼ Masa atau ½ Atak

Sebenarnya masih ada satuan yang lebih kecil lagi, yaitu ½ Kupang (0.30 gram) dan 1 Saga (0,119 gram).
Koin emas zaman Syailendra berbentuk kecil seperti kotak, dimana koin dengan satuan terbesar (Masa) berukuran 6 x 6/7 mm saja. Pada bagian depannya terdapat huruf Devanagari “Ta”. Di belakangnya terdapat incuse (lekukan ke dalam) yang dibagi dalam dua bagian, masing-masing terdapat semacam bulatan. Dalam bahasa numismatik, pola ini dinamakan “Sesame Seed”.
Sedangkan koin perak Masa mempunyai diameter antara 9-10 mm. Pada bagian muka dicetak huruf Devanagari “Ma” (singkatan dari Masa), dan di bagian belakangnya terdapat incuse dengan pola “Bunga Cendana”.



2. Uang Krishnala, Kerajaan Jenggala (1042-1130 M)
Pada zaman Daha dan Jenggala, uang-uang emas dan perak tetap dicetak dengan berat standar, walaupun mengalami proses perubahan bentuk dan desainnya. Koin emas yang semula berbentuk kotak berubah desain menjadi bundar, sedangkan koin peraknya mempunyai desain berbentuk cembung, dengan diameter antara 13-14 mm.
Pada waktu itu uang kepeng Cina datang begitu besar, sehingga saking banyaknya jumlah yang beredar, akhirnya dipakai secara “resmi” sebagai alat pembayaran, menggantikan secara total fungsi dari mata uang lokal emas dan perak.



3. Uang “Ma”, (Abad ke-12)
Mata uang Jawa dari emas dan perak yang ditemukan kembali, termasuk di situs kota Majapahit, kebanyakan berupa uang “Ma”, (singkatan dari māsa) dalam huruf Nagari atau Siddham, kadang kala dalam huruf Jawa Kuno. Di samping itu beredar juga mata uang emas dan perak dengan satuan tahil, yang ditemukan kembali berupa uang emas dengan tulisan ta dalam huruf Nagari. Kedua jenis mata uang tersebut memiliki berat yang sama, yaitu antara 2,4 – 2,5 gram.
Selain itu masih ada beberapa mata uang emas dan perak berbentuk segiempat, ½ atau ¼ lingkaran, trapesium, segitiga, bahkan tak beraturan sama sekali. Uang ini terkesan dibuat apa adanya, berupa potongan-potongan logam kasar; yang dipentingkan di sini adalah sekedar cap yang menunjukkan benda itu dapat digunakan sebagai alat tukar. Tanda tera atau cap pada uang-uang tersebut berupa gambar sebuah jambangan dan tiga tangkai tumbuhan atau kuncup bunga (teratai?) dalam bidang lingkaran atau segiempat. Jika dikaitkan dengan kronik Cina dari zaman Dinasti Song (960 – 1279) yang memberitakan bahwa di Jawa orang menggunakan potongan-potongan emas dan perak sebagai mata uang, mungkin itulah yang dimaksud.



4. Uang Gobog Wayang, Kerajaan Majapahit (Abad k-13)
pada zaman Majapahit ini dikenal koin-koin yang disebut “Gobog Wayang”, dimana untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Thomas Raffles, dalam bukunya The History of Java. Bentuknya bulat dengan lubang tengah karena pengaruh dari koin cash dari Cina, ataupun koin-koin serupa yang berasal dari Cina atau Jepang. Koin gobog wayang adalah asli buatan lokal, namun tidak digunakan sebagai alat tukar. Sebenarnya koin-koin ini digunakan untuk persembahan di kuil-kuil seperti yang dilakukan di Cina ataupun di Jepang sehingga disebut sebagai koin-koin kuil. Setelah redup dan runtuhnya kerajaan Majapahit di Jawa Timur (1528), Banten di Jawa bagian barat muncul sebagai kota dagang yang semakin ramai.



5. Uang Dirham, Kerajaan Samudra Pasai (1297 M)
Mata uang emas dari Kerajaan Samudra Pasai untuk pertama kalinya dicetak oleh Sultan Muhammad yang berkuasa sekitar 1297-1326. Mata uangnya disebut Dirham atau Mas, dan mempunyai standar berat 0,60 gram (berat standar Kupang). Namun ada juga koin-koin Dirham Pasai yang sangat kecil dengan berat hanya 0,30 gram (1/2 Kupang atau 3 Saga). Uang Mas Pasai mempunyai diameter 10–11 mm, sedangkan yang setengah Mas berdiameter 6 mm. Pada hampir semua koinnya ditulis nama Sultan dengan gelar “Malik az-Zahir” atau “Malik at-Tahir”.



6. Uang Kampua, Kerajaan Buton (Abad ke-14)
Uang yang sangat unik,yang dinamakan Kampua dengan bahan kain tenun ini merupakan satu-satunya yang pernah beredar di Indonesia. Menurut cerita rakyat Buton, Kampua pertamakali diperkenalkan oleh Bulawambona,yaitu Ratu kerajaan Buton yang kedua,yang memerintaha sekitar abad XIV. Setelah ratu meninggal,lalu diadakan suatu “pasar” sebagai tanda peringatan atas jasa-jasanya bagi kerajaan Buton. Pada pasar tersebut orang yang berjualan engambil tempat dengan mengelilingi makam Ratu Bulawambona. Setelah selesai berjualan,para pedagang memberikan suatu upetiyang ditaruh diatas makam tersebut,yang nantinya akan masuk ke kas kerajaan. Cara berjualan ini akhirnya menjadi suatu tradisi bagi masyarakat Buton,bahkan sampai dengan tahun 1940.



7. Uang Kasha Banten, Kesultanan Banten (Abad ke-15)
Mata-uang dari Kesultanan banten pertama kali dibuat sekitar 1550-1596 Masehi. Bentuk koin Banten mengambil pola dari koin cash Cina yaitu dengan lubang di tengah, dengan ciri khasnya 6 segi pada lubang tengahnya (heksagonal). Inskripsi pada bagian muka pada mulanya dalam bahasa Jawa: “Pangeran Ratu”. Namun setelah mengakarnya agama Islam di Banten, inskripsi diganti dalam bahasa Arab, “Pangeran Ratu Ing Banten”. Terdapat beberapa jenis mata-uang lainnya yang dicetak oleh Sultan-sultan Banten, baik dari tembaga ataupun dari timah, seperti yang ditemukan pada akhir-akhir ini.



8. Uang Jinggara, Kerajaan Gowa (Abad ke-16)
Di daerah Sulawesi, yaitu Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, berdiri kerajaan Gowa dan Buton. Kerajaan Gowa pernah mengedarkan mata uang dan emas yang disebut jingara, salah satunya dikeluarkan atas nama Sultan Hasanuddin, raja Gowa yang memerintah dalam tahun 1653-1669. Di samping itu beredar juga uang dan bahan campuran timah dan tembaga, disebut kupa.



9. Uang Picis, Kesultanan Cirebon (1710 M)
Sultan yang memerintah kerajaan Cirebon pernah mengedarkan mata uang yang pembuatannya dipercayakan kepada seorang Cina. Uang timah yang amat tipis dan mudah pecah ini berlubang segi empat atau bundar di tengahnya, disebut picis, dibuat sekitar abad ke-17. Sekeliling lubang ada tulisan Cina atau tulisan berhuruf Latin berbunyi CHERIBON.



10. Uang Real Batu, Kesultanan Sumenep (1730 M)
Kerajaan Sumenep di Madura mengedarkan mata uang yang berasal dari uang-uang asing yang kemudian diberi cap bertulisan Arab berbunyi ‘sumanap’ sebagai tanda pengesahan. Uang kerajaan Sumenep yang berasal dari uang Spanyol disebut juga real batu karena bentuknya yang tidak beraturan. Dulunya uang perak ini banyak beredar di Mexico yang kemudian beredar juga di Filipina (jajahan Spanyol). Di negeri asalnya uang mi bernilai 8 Reales. Selain uang real Mexico, kerajaan Sumenep juga memanfaatkan uang gulden Belanda dan uang thaler Austria.
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut